Loading...

Kelanjutan Megaproyek Jembatan Selat Sunda

Sponsored Ad
Ngeblognews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, mengungkapkan mega proyek Jembatan selat sunda (JSS) tidak sesuai dengan konsep kemaritiman yang menjadi visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jembatan Selat Sunda
ilustrasi

Di kantornya, Senin 3 november 2014, Sofyan menegaskan proyek tersebut hingga saat ini masih wacana. Sehingga dalam pemerintahan baru saat ini tidak akan dilanjutkan.

"Itu masih ide, masih wacana, dan sekarang tidak sesuai konsep kemaritiman, karena memang itu masalahnya. (Apakah akan dilanjutkan) kan memang tidak pernah dimulai," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago mengungkapkan, ada beberapa poin kekhawatiran yang disampaikan Presiden Jokowi jika proyek tersebut dilanjutkan. Pertama, akan mematikan berkembangnya moda peyebrangan laut yang saat ini digunakan melintasi selat tersebut.

"Karena Selat Sunda itu jalur terpadat di nusantara, kalau perhubungan dengan menggunakan moda penyebrangannya laut dimatikan, itu mematikan identitas negara," ujarnya.

Potensi pengembangan kawasan laut selat sunda menurutnya di masa depan masih besar. Sesuai dengan visi dan misi pengembangan maritim nusantara, potensi tersebut akan digali secara maksimal demi kepentingan rakyat.

"Harusnya Selat Sunda dipakai untuk menunjukan kekuatan perhubungan laut Indonesia di jalur terpadat, kalau kurang enak ditingkatkan, kurang dermaga, ya ditambah. Kalau itu sudah jalan silahkan bikin JSS," tambahnya.

Kemudian yang kedua menurutnya, dengan adannya JSS, ketimpangan ekonomi antar kawasan barat dan timur Indonesia akan semakin lebar. Sehingga, pemerataan ekonomi yang menjadi tujuan utama pemerintahan saat ini sulit terwujud.

"Katanya mau pemerataan, tapi malah bikin mega proyek yang buat ekonomi lebih terkonsen ke ekonomi barat," ungkap dia.

Sumber : vivanews.co.id
Powered by Blogger.