Polisi Tangkap Perampok Bank Muamalat di Medan

Ngeblognews.com - Seorang dari dua pelaku perampokan di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Muamalat Krakatau, Jalan. Gunung Krakatau No. 164-B, Kecamatan. Medan Timur, Jumat (22/8) lalu, berhasil ditangkap petugas Reskrim Polresta Medan.

Tersangka Zulham alias Efendi (32) warga Jln. Perwira II/Jln. Purwosari Gang Keluarga I, Krakatau Ujung, Kec. Medan Timur disergap polisi dari tempat pelariannya di kawasan Perkebunan Tebu Pasar IV, Mabar, Selasa (26/8) siang.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti dua unit sepeda motor masing-masing Honda Beat warna orange BK 3611 AEF yang digunakan untuk melakukan tindak pidana perampokan, dan Honda Revo BK 2699 AAZ yang digunakan untuk melarikan diri.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasatreskrim Kompol Wahyu Istanto Bram memaparkan pengungkapan kasus perampokan di KCP Bank Muamalat Krakatau, Jln. Gunung Krakatau No. 164-B, Kec. Medan Timur.

Selain itu polisi juga menyita barang bukti lain seperti senjata mainan, topi, jaket, helm, sarung tangan, tas rangsel, serta uang hasil kejahatan tersangka sebesar Rp125 juta.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta dalam keterangan persnya, Rabu (27/8) mengatakan keberhasilannya mengungkap dan menangkap pelaku perampokan Bank Muamalat itu berdasarkan hasil olah TKP dan analisis terhadap rekaman CCTV yang disita dari pihak bank.

"Dari hasil olah TKP, kami menemukan CCTV dan saksi yang melihat tersangka masuk dan keluar dari Bank Muamalat. Lalu penyidik dan penyelidik kami melakukan pemeriksaan dan akhirnya pemeriksaan mengarah kepada Z (Zulham, red).

Dimana Z ini adalah karyawan di salah satu perusahaan pengamanan yang diperbantukan di Bank Muamalat bertugas mengantar jemput para karyawan bank, sehingga Z mengetahui situasi Bank Muamalat," kata Kapolresta Medan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sambung Kapolresta Medan, tindak pidana perampokan tersebut telah direncanakan tersangka Zulham dan rekannya, W (buron) pada, Rabu (20/8).

"Tersangka merencanakan perampokan itu di warung bubur di Jln. Krakatau. Dalam perencanaan tersebut, mereka membeli lakban, sarung tangan, dan senjata mainan untuk dipergunakan melakukan tindak pidana perampokan.

Seharusnya, aksi perampokan tersebut mereka lakukan pukul 12.00 WIB. Namun karena pada jam itu situasi tidak memungkinkan, akhirnya mereka mengurungkan niatnya.

Aksi perampokan itu baru mereka lakukan sekira pukul 17.20 WIB, pada saat situasi bank sudah sepi. Mereka masuk ke dalam bank lalu monodong karyawan kemudian mengambil uang dalam berandkas sebesar Rp273 juta lebih," terang Kapolresta Medan.

Menurut Kapolresta Medan, motif aksi perampokan yang dilakukan tersangka Zulham adalah, kebutuhan ekonomi yang merupakan hal pokok yaitu terkait cicilan rumah.

"Jadi Z (Zulham, red) membeli rumah seharga Rp300 juta, dan baru dibayar Rp100 juta. uang Rp100 juta itu pun dipinjam tersangka dari kakak iparnya. Kemudian, tersangka juga mengaku memiliki utang sebesar Rp38 juta kepada orang lain.

Kami menduga, tersangka nekat melakukan aksi perampokan Bank Muamalat itu karena ada indikasi tekanan dari pihak keluarga," ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta.

Lebih lanjut, Kapolresta Medan menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya masih mengejar seorang lagi pelaku berinisial W, rekan tersangka saat melakukan aksi perampokan di Bank Muamalat Krakatau.

Terhadap tersangka Zulham, penyidik Satreskrim Polresta Medan mempersangkanya dengan Pasal 365 ayat 2 ke 2-e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.


Kronologi Penangkapan

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram juga mengungkapkan, keberhasilannya mengungkap kasus perampokan Bank Muamalat tersebut bermula dari hasil olah TKP dan analisis rekaman CCTV.

Hasil penyidikan dan penyelidikan, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus perampokan di KCP Bank Muamalat Krakatau, Jln. Gunung Krakatau, Medan itu diduga melibatkan orang dalam.

"Ada pun asumsi kami menyatakan ada keterlibatan orang dalam, satu, Bank Muamalat tersebut merupakan ruko berlantai tiga, namun para tersangka sama sekali tidak naik ke lantai dua atau tiga. Mereka langsung menuju ke sebuah ruangan di lantai satu yang terdapat brandkas.

Kemudian yang kedua, jika kita melihat pintu ruangan yang terdapat brangkas tersebut sepintas terlihat seperti ruangan untuk menyimpan arsip-arsip/dokumen atau gudang biasa. Namun para tersanka ini mengetahui bahwa di dalam ruangan tersebut terdapat brandkas tempat penyimpanan uang nasabah.

" Nah, di sinilah kaki memutuskan untuk melakukan analisis terhadap para pegawai Bank Muamalat, baik yang berada di TKP atau ring satu, maupun para pegawai lainnya yang pernah berkunjung ke TKP atau pernah bertugas di TKP atau ring dua," kata Kasatreskrim Polresta Medan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan tim penyidik Satreskrim Polresta Medan membuahkan hasil. penyidik memperoleh keterangan bahwa salah satu karyawan Bank Muamalat Krakatau, berisial Z (tersangka, red), pada hari kejadian tidak masuk kerja dengan alasan cuti ke Pekan Baru.

"Alasan itu mencurigakan, lalu kami mengecek nilai gaji karyawan dan memperhitungkan konsekwensi terhadap gaji yang bersangkutan bila mengambil cuti. Hasil pengecekan, ternyata gaji Z ini hanya Rp2,2 juta per bulan dan jika tidak masuk kerja akan mendapat potongan.

Kalau dihitung-hitung ekonomis, sangat tidak masuk akal untuk mengambil cuti, mengingat beberapa waktu yang lalu yang bersangkutan sudah mendapat libur panjang, yakni libur hari raya Idul Fitri.

Di sinilah timbul kecurigaan kita kepada yang bersangkutan sebagi salah satu pihak yang terlibat dalam perampokan Bank Muamalat, atau setidak-tidaknya yang bersangkutan adalah pihak yang memberikan informasi kepada pelaku," terang Kasatreskrim.

Dari kecurigaan itu, penyidik Satreskrim Polresta Medan memfokuskan untuk memperdalam penyelidikan terhadap Z. Penyelidikan dilakukan mulai dari pengintaian di sekitar rumah Z (Zulham, red), hingga pencarian informasi tentang keberadaan Z pada hari terjadinya perampokan itu. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan satu unit sepeda motor di dalam rumah Z. Sepeda motor tersebut miliki ciri-ciri sama dengan sepeda motor yang digunakan pelaku yang terekam pada CCTV Bank Muamalat. Dari situlah polisi berkeyaninan Z adalah satu dari dua pelaku perampokan di Bank Muamalat Krakatau.

"Nah, dengan bukti yang dirasa cukup ini, kami lalu melakukan penggeledahan terhadap rumah Z. Dari hasil penggeledahan itu, kami menyita sepeda motor Honda Beat warna orange BK 3611 AEF dan helm hitam yang digunakan pelaku perampokan.

Namun pada saat penggeledahan, Z ini tidak berada di rumah, dia berada di rumah orangtuanya yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Kemudian kita langsung menuju rumah orangtuanya dan berhasil menangkap Z.

Pada saat penangkapan, tersangka Z ini sempat lepas dan kabur ke arah perkebunan tebu Pasar IV, Mabar. Namun berkat kesigapan anggota, yang bersangkutan dapat diringkus kembali," papar Kasatreskrim.

Saat diinterogasi, tersangka Zulham mengakui perbuatannya, melakukan aksi perampokan di KCP Bank Muamalat Krakatau, Jln. Gunung Krakatau No. 164-B, Kec. Medan Timur, Jumat (22/8), bersam temannya, W (buron).

W sendiri saat ini tengah dikejar petugas Reskrim Polresta Medan. Menurut informasi, W, yang berperan mengikat tangan serta menutup mulut karyawan Bank Muamalat dengan lakban itu, kabur ke Kota Pematang Siantar.

Sumber : Harianandalas.com
Powered by Blogger.