Dirut PLN Ikut Membela Florence Sihombing

Ngeblognews.com - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji bersimpati dan membela Florence Sihombing, 26 tahun, atas kasus yang menimpanya. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan mahasiswi S-2 di Universitas Gadjah mada itu sebagai tersangka dan ditahan dengan tuduhan pencemaran nama baik serta melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saya kira Florence Sihombing layak dibantu. Dia bukan kriminal,” kata Pamudji kepada Tempo, Ahad, 31 Agustus 2014.

Menurut Pamudji, celotehan Florence tentang Yogyakarta di media sosial hanya tertutup untuk temannya. »Tapi ada yang mem-forward ke luar, sehingga dia dimusuhi orang Yogya,” ujarnya.

Pamudji memaklumi kemarahan orang Yogya atas tindakan Florence itu. »Tapi dia tak boleh ditahan karena bukan kriminal. Dia bisa kita maafkan.”

Florence Sihombing

Florence resmi ditahan Polda DIY pada Sabtu, 30 Agustus 2014. Direktur Kriminal Khusus Polda DIY Komisaris Besar Kokot Indarto mengatakan akan memanggil psikolog untuk memeriksa kejiwaan Florence. Sebab, tersangka sering kali memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan penyidik.

Komunikasinya melenting. Apa yang kami tanyakan, jawabannya lain,” ujar Kokot.

Polisi, kata dia, juga akan mendatangkan ahli bahasa untuk menganalisis tulisan Florence di situs jejaring sosial Path mengenai hinaannya terhadap masyarakat Yogyakarta. »Kami juga akan meminta keterangan dari budayawan.”

Menurut Kokot, penyidik sebenarnya mempertimbangkan untuk tidak menahan Florence Sihombing karena masih berstatus mahasiswa. Namun Florence dianggap tidak kooperatif dan menolak menandatangani berkas acara pemeriksaan. Dia juga ingin mencabut status tersangka dan meminta agar perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Florence dianggap selesai atau tidak dilakukan. »Ini sesuatu yang tidak normal,” tutur Kokot.

Sumber : Tempo.co
Powered by Blogger.