5 Bintang Yang Gagal Bersinar di Piala Dunia

Ngeblognews.com - Piala Dunia kali ini menjadi salah satu Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Soalnya Piala Dunia kali ini dipenuhi oleh gol, drama dan kualitas. Namun layaknya sebuah pertujukan hiburan, tidak semua orang bisa menjadi bintang.

Spanyol, Inggris dan Italia adalah salah satu tim besar yang terbuang keluar dari turnamen lebih awal, dan tentu saja banyak pihak yang saling tunjuk jari dan saling tuding.Beberapa pemain telah kembali dari Brasil dengan reputasi lebih rendah daripada ketika mereka tiba.

5 Bintang Yang Gagal Bersinar di Piala Dunia


Lima pemain dari tiga negara ini boleh disorot karena penampilan buruk mereka yang tidak sesuai harapan. Padahal, mereka digadang-gadang bakal bersinar untuk negara masing-masing. Pemain-pemain tersebut diantaranya Steven Gerrard kapten Liverpool dan Inggris, Diego Costa yang baru saja dibeli Chelsea seharga 44 juta euro, dan Iker Casillas memiliki 156 caps untuk Spanyol.

Berikut 5 bintang yang gagal bersinar di Piala Dunia seperti dilansir Goal.com:


1.Diego Costa (Spanyol)
Diego Costa menjadi pembicaraan hangat dalam usaha Spanyol untuk mempertahankan gelar Piala Dunia, sejak ia memilih bermain untuk Spanyol ketimbang negara asalnya Brazil. Pada pertandingan pembukaan melawan Belanda, kebugaran fisiknya dipertanyakan.

Bahkan, dia mungkin seharusnya tidak pergi ke Piala Dunia karena masalah hamstring yang mendera dirinya menjelang akhir musim.

Bergabungnya Costa berbarengan dengan menurunnya penampilan Spanyol yang biasanya mendominasi di tiga turnamen sebelumnya.

Costa tidak menampilkan peforma terbaiknya sehingga pada saat itu Spanyol hancur 1-5 oleh Belanda. Pada pertandingan kedua, pemain terbaru Chelsea itu juga gagal menciptakan gol dari beberapa peluang emas yang ia dapatkan.


2.Steven Gerrard (Inggris)
Steven Gerrard biasanya menjadi solusi ketika Inggris atau Liverpool mendapatkan kesulitan. Dia juga memiliki kebiasaan membuat kesalahan fatal.

Yang terakhir itulah yang terjadi dengan Gerrard, yang pada akhirnya bisa memicu rencana pensiun Gerrard dipercepat.

Gerrard seperti masih belum bisa melupakan kegagalan Liverpool dalam merebut gelar. Utamanya kekalahan lawan Chelsea Mei lalu sehingga membuat Liverpool tergelincir saat itu. Ini pula yang terjadi ketika Inggris kalah 1-2 dari Uruguay. Kekalahan itu membuat Inggris harus tersisih di babak penyisihan grup untuk pertama kalinya sejak 1958.

Setelah penampilan yang buruk ketika lawan Italia, Gerrard juga membuat kesalahan atas terjadinya dua gol Uruguay. Gerrard salah antisipasi bola sehingga malah mengarah ke Luis Suarez.


3. Iker Casillas (Spanyol)
Sentimentalitas Vicente Del Bosque merusak peforma Spanyol ketika ia memilih untuk tetap memainkan Casillas sebagai kapten dan kiper utama meskipun ia bermain sebagai lapis kedua Diego Lopez di La Liga.

Empat tahun setelah menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan, Casillas seakan menjadi simbol bagi Spanyol sehingga sulit digantikan. Tak bisa dilupakan blundernya di final Liga Champions, Casillas pun tampil buruk ketika lawan Belanda.

Casillas tetap menjadi kapten yang memenangi Piala Dunia dan legenda dengan 156 caps, tapi turnamen menandakan akhir dari karir internasionalnya.


4.Gonzalo Higuain (Argentina)
Sebelum Piala Dunia digelar, trio striker Argentina Gonzalo Higuain, Sergio Aguero dan Lionel Messi menjadi perbincangan hangat. Messi mampu bersinar, tapi ini tak berlaku untuk Higuain.

Higuain tampil di piala Dunia dengan dibayangi cedera engkel. Penampilannya pun seperti dirinya didera enam cedera yang berbeda. Penampilan buruknya itu terlihat betul ketika Argentina buntu lawan Iran, sebelum dirinya ditarik keluar di menit ke-76.


5.Mario Balotelli (Italia)
Awalnya, Balotelli tampil cukup menjanjikan usai mencetak gol penentu ketika Italia menang 2-1 atas Inggris. Namun, itu adalah gol terakhir yang boleh jadi akhiri penampilan Balotelli.
Berikutnya, dia hanya bisa menonton tanpa daya di bangku cadangan ketika Italia kalah 0-1 dari Uruguay. Balotelli ditarik keluar di akhir babak pertama karena tak mampu berbuat banyak.

Pelatih Italia, Cesare Prandelli pun mundur dari Italia. Dia boleh jadi sadar sudah membuat kesalahan. Dia harusnya lebih memilih Ciro Immobile ketimbang Balotelli saat itu. (liputan6.com)
Powered by Blogger.