Prangko British Guiana Laku Terjual Rp113 Miliar

Sponsored Ad
Ngeblognews.com - Sebuah prangko dari abad ke-18 laku dilelang hingga US$9,5 juta atau lebih dari Rp113 miliar. Dengan harga fantastis itu, benda ini didaulat sebagai prangko termahal di seluruh dunia.

Prangko British Guiana
Prangko British Guiana

Prangko British Guiana One-Cent Magenta buatan tahun 1865 ini laku terjual pada lelang Selasa, 17 Juni 2014, di balai lelang Sotheby's New York. Prangko jenis ini tinggal satu-satunya di seluruh dunia. Pembeli yang tidak dibocorkan identitasnya menawar lewat telepon.

Prangko pos itu sebelumnya dimiliki oleh seorang miliarder Amerika yang meninggal empat tahun lalu di penjara. Prangko itu adalah satu dari beberapa yang dicetak darurat oleh koran Official Gazette di British Guiana tahun 1856. Saat itu, badai membuat kapal pengiriman prangko dari Inggris terhambat dan wilayah persemakmuran itu terancam kehabisan prangko.

Prangko ini pertama kali dijual oleh John du Pont, pemilik perusahaan kimia DuPont. Dia awalnya membeli prangko itu seharga US$1 juta di New York tahun 1980. Prangko ini memenangi penghargaan pada pameran internasional Prangko British Guiana tahun 1986.

Sepuluh tahun kemudian, DuPont yang mengalami gangguan mental menembak mati pegulat pemenang medali emas Olimpiade Dave Schultz yang disponsorinya. Sosok DuPont akan hadir dalam film Foxcather yang akan dirilis di AS tahun ini.

Pemilik pertama prangko ini adalah Vernon Vaughan, bocah Skotlandia berusia 12 tahun yang tinggal di British Guiana bersama keluarganya. Dia menemukan prangko ini di antara koran-koran pamannya pada 1873. Di tahun 1880-an, prangko ini dibeli oleh bangsawan Count Philippe la Renotière von Ferrary, salah satu yang terkaya di Eropa.
Powered by Blogger.