Loading...

Beberapa Perusahaan Langgar Hak Siar Piala Dunia 2014

Sponsored Ad
Ngeblognews.com - Beberapa perusahaan dinilai telah melanggar hak siar penayangan Piala Dunia 2014, karena tidak mendapatkan izin dari PT Inter Sports Marketing (PT ISM) selaku pemegang lisensi siaran acara tersebut.

Dalam keterangan resminya, Minggu (29/6/2014), PT ISM menyebutkan terjadi cukup banyak pelanggaran yaitu berupa komersialisasi dan distribusi siaran Piala Dunia 2014 tanpa izin pemegang lisensi.

Piala Dunia 2014
Bola Piala Dunia 2014

Untuk itu, ISM telah memberikan peringatan berupa somasi kepada para distributor ilegal siaran Piala Dunia 2014 dan pihak yang melakukan distribusi Siaran Piala Dunia 2014 dengan menggunakan peralatan box decoder yang tidak mendapat izin penyiaran Piala Dunia 2014.

Menurut ISM, perusahaan-perusahaan yang dinilai telah melanggar hak siar itu adalah PT Paser Media, Mitra Vision, Borneo Vision, Surya TV Cable, Berau Vision, Surya Paguntaka, PT Inti Jaya Global, PT Handep Mitra Visual, PT Megavision Geralindo, M3 Vision.

Selain itu, perusahaan lainnya adalah Citra TV, Luwu Raya TV, Toraja Maspul TV, Palanro TV, Mitra TV, dan PT Mitra Vision Balikpapan dan PT Stella Satindo.

PT ISM juga mencatat ada pelanggaran acara nonton bareng dan penggunaan atribut Piala Dunia 2014 untuk keperluan komersial, yang dilakukan sejumlah pihak. Di mana, untuk keperluan itu, ISM telah menunjuk PT Nonbar sebagai koordinator tunggal pemasaran.

Menurut catatan ISM, beberapa perusahaan yang menggelar acara nonton bareng untuk keperluan komersial tanpa izin yaitu Aston Hotel Cengkareng (branding pemakaian logo dan nama FIFA, dan belum mempunyai izin nonton bareng).

Selanjutnya Top Gun (belum mempunyai izin nonton bareng) serta Hotel Atria Serpong (pelanggaran pemakaian logo dan tidak ada izin nonton bareng). (kompas.com)
Powered by Blogger.