Universitas Airlangga Temukan Obat HIV?


NGEBLOG NEWS,Universitas Airlangga Temukan Obat HIV - Direktur Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga, Nasronuddin, meyakini sengatan lebah mampu membunuh virus HIV dalam tubuh pasien yang terpapar. Hasil riset, kata dia, menunjukkan dalam tubuh lebah terkandung bahan yang bisa menyembuhkan seperti sengat lebah, madu, dan mengandung propolis.

Sengatan lebah, kata ia, akan merambatkan nano molekuler yang masuk ke aliran darah dan mencari sel yang terpapar virus HIV. Sel-sel tubuh yang terpapar itu dikejar dan dibunuh tanpa mempengaruhi sel lain yang masih sehat. Selain nano molekuler, sengatan lebah juga mengandungan propolis yang berfungsi menaikkan daya tahan tubuh penderita sekaligus.

"Saya optimistis dan yakin pengobatan sengat lebah ini bisa membunuh virus HIV," kata Nasronuddin seusai menggelar tasyakuran penghargaan Prayogasala dari Kemenristek di gedung LPT Unair, Selasa 17 September 2013.

Nasronuddin mengatakan PT Bio Farma sudah melirik metode pengobatan ini untuk dikembangkan secara komersial. Bila berhasil, Bio Farma berharap produksi obat virus HIV bisa diproduksi massal oleh perusahaan obat pelat merah tersebut. "Kami memang ada keterbatasan dana. Nah, ini ada pasien yang rela tes CD4 sendiri dan kami menyediakan dokter dan terapinya gratis," kata dia.

Dalam waktu dekat, LPT Unair segera menerapkan metode ini ke pasien HIV/AIDS. Menurutnya, tahapan uji klinis ini sepenuhnya dibiayai oleh pasien penderita tanpa ongkos dokter. Namun, LPT Uniar mengharapkan dokter yang menangani pasien uji klinis ini rela tidak dibayar demi kepentingan medis yang lebih besar. Pasien penderita, kata Nasronuddin, sebetulnya berharap sejak dulu soal pengobatan sengatan lebah guna membunuh virus HIV.

Selain membunuh virus HIV, sengatan lebah bisa menyembuhkan gangguan tuli konduksi dan pengobatan malaria. Dirinya berharap, setiap kelompok riset di LPT Unair menangkap peluang ini untuk dikembangkan. Nasronuddin sendiri spesialisasi di bidang pengobatan HIV/AIDS.

Menurutnya, pengobatan sengatan lebah juga mendorong peternak lebah lebih bergairah lagi. Pasalnya, ke depan bahan baku lebah lebih sering dibutuhkan guna mengembangkan pengobatan ini. "Petani lebah juga sejahtera, bahan baku akan kita beli sepanjang waktu," tuturnya.

Saat ini ada 16 kelompok riset yang bernaung di bawah LPT Unair. Tapi baru empat kelompok riset yang memiliki lompatan akademis dan bisnis sekaligus. Empat kelompok itu yakni Stem Cell, Sengat Lebah, Herbal Medicine, dan Proteomik. Kelompok proteomik sudah menghasilkan enzim penggemukan daging. Saat ini, enzim tersebut masih diujicoba di beberapa sentra peternakan sapi. Dengan begitu, ia yakin tidak perlu lagi impor daging sapi. "Banyak peternakan sapi di Indonesia, ini bisa menggemukkan 1 kilogram dalam 1 hari. Timor Leste juga tertarik tapi untuk kambing," katanya.

Sumber : tempo.co
Powered by Blogger.