5 Simbol perlawanan Anas kepada SBY

author photo
sby dan anas - Merdeka.com
5 Simbol perlawanan Anas kepada SBY - Anas Urbaningrum akhirnya mundur dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan suap Toyota Harrier terkait kasus Hambalang. Tak sekadar mundur dari Ketua Umum, Anas juga mundur dari kader Demokrat.



Sejak kasusnya kembali mencuat, Anas sebenarnya tidak tinggal diam. Beberapa kali mantan Ketua Umum HMI ini juga melakukan 'serangan' balik kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai menyudutkannya.

Anas beberapa kali mengeluarkan simbol perlawanan kepada SBY maupun orang-orang di sekeliling SBY. Bahkan ketika mundur dari Ketua Umum dan Demokrat, Anas semakin berani melawan SBY. Mantan Anggota KPU itu berjanji akan membongkar skandal Bank Century.

Berikut 5 (lima) simbol perlawanan Anas kepada SBY:

1. Politik Sengkuni

Susilo Bambang Yudhoyono menyentil Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan meminta KPK segera menuntaskan persoalan yang menyeret-nyeret nama Anas. Tak berapa lama setelah SBY melakukan jumpa pers terkait kemelut partai Demokrat, Anas pun langsung mengubah status atau personal Message BlackBerry Messenger-nya dengan kata-kata 'Politik Para Sengkuni'. Apa maksud status status Anas tersebut?

Sengkuni adalah tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata. Sengkuni biasa diidentikkan dengan hal-hal yang bersangkut paut dengan kelicikan dan kebusukan.

Beberapa kalangan kemudian menyebut bahwa Sengkuni yang mungkin dimaksud Anas adalah para pembisik di sekeliling SBY. Para pembisik terus meminta agar Anas segera dilengserkan dari Ketum Demokrat. Politik Sengkuni ini juga menandai serangan balik Anas kepada SBY.

2. Status ojo dumeh

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat mempreteli kewenangan Anas Urbaningrum. Anas yang sedang sakit tetap membalas perlakuan SBY tersebut. Melalui status di BlackBerry Messenggernya, Anas menulis status 'Ojo Dumeh', kata-kata yang ringkas namun penuh makna.

Belum jelas maksud ojo dumeh yang ditulis Anas Urbaningrum. Namun yang jelas status itu muncul setelah kewenangannya sebagai Ketua Umum dilucuti oleh SBY. Anas diminta untuk fokus menghadapi kasus yang menyeret namanya di KPK dalam kasus korupsi Hambalang. Sementara itu langkah perbaikan atau bersih-bersih Partai Demokrat akan dipimpin langsung oleh SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi.

3. Nabok nyilih tangan

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikenal kerap menyuarakan unek-uneknya lewat status BlackBerry Messenger (BBM). Sekitar sejam sebelum KPK menetapkan Anas sebagai tersangka, status BBM politikus muda itu juga berubah.

"Nabok Nyilih Tangan (memukul meminjam tangan)," tulis Anas dalam status BBM-nya.

'Nabok Nyilih Tangan' dikenal sebagai istilah dalam bahasa Jawa untuk menggambarkan seseorang yang ingin memukul orang lain, namun tidak memakai tangannya sendiri, melainkan menggunakan tangan orang lain. Istilah ini kerap dikenakan kepada orang yang dinilai sebagai pengecut.

Apakah maksud status BBM ini?

4. Anas: Saya bayi yang lahir tak diharapkan

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengatakan, penetapan status tersangka yang disematkan padanya terkait dengan pelaksanaan kongres PD 2010 lalu. Anas mengibaratkan dirinya sebagai bayi yang yang lahir tidak diinginkan.

"Inti dari kongres itu ibarat bayi yang lahir Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan," kata Anas saat konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Anas mengaku, pertama kali terjun ke dunia politik di bawah partai yang dibangun SBY sudah menyadari konsekuensi yang dihadapinya. Termasuk intrik dan fitnah-fitnah yang kerap diarahkan kepada mantan anggota KPU ini.

"Dalam dunia politik, tidak sulit untuk menemukan intrik fitnah dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak awal, dan karena itu saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya," lanjut Anas.

5. Anas akan bongkar kasus Century

Politikus Partai Hanura Yuddy Chrisnandy dan Wakil Ketua DPR-RI Priyo Budi Santoso bertemu Anas di rumah Anas di Duren Sawit, Jakarta Timur. Menurut dia, dalam pembicaraan itu, Anas berjanji bakal menjadi pionir dan akan membongkar aliran dana skandal Century Rp 6,7 triliun itu.

"Itu akan menjadi lembaran kedua buat Anas," ujar Yuddy.

Yuddy mengaku, dalam pertemuan semalam di rumah Anas, dia sempat berpapasan dengan mantan gubernur Bank Indonesia dan bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution. Tetapi, dia mengaku tidak tahu apa yang dibicarakan antara Anas dan Anwar.

Apakah skandal besar yang akan dibongkar Anas?


Next article Next Post
Previous article Previous Post