Kegigihan Relawan Membantu Korban Banjir

Sponsored Ad
para pengunsi korban banjir jakarta
Kegigihan Relawan Membantu Korban Banjir - Meski hanya dengan temaram lilin merah untuk beribadah, semangat ibu-ibu dari Vihara Satrya Dharma tak surut untuk memasak nasi bungkus bagi para pengungsi di Teluk Gong, Pluit, Jakarta Utara. Hal itu terpaksa dilakukan karena tidak adanya listrik akibat banjir.

"Kita masak dari jam 07.00 pagi sampai sekarang enggak selesai-selesai ini, jalan terus," ujar seorang relawan, Kwan Lie Tju di Jakarta, Minggu (20/1/2012).

Nasi dengan menu telur, sayur, dan bihun itu dibungkus dengan kertas coklat untuk dibagikan kepada warga korban banjir. Jumlah nasi yang dibagikan bagi warga Teluk Gong ini mencapai ribuan bungkus.

"Lauknya nasi, telor, sayur, dan bihun yang dibagikan kepada warga mungkin mencapai 3.000 ribu lebih," tutur wanita berambut pendek ini.

Dibantu dua puluh orang rekannya, Lie Tju terus bergerak cepat mengisi bihun di atas kertas coklat itu. "Belanja pagi-pagi, syukur pasar tidak kena banjir," ungkapnya sambil tertawa bercengkarama dengan ibu-ibu lainnya.

Kegiatan terhenti saat menu makanan sudah habis dimasukkan ke bungkusan. Yang tersisa hanya kuah telor yang dimasak dengan kecap manis. "Sudah habis, sekarang kita mau istirahat besok lanjut lagi," tukasnya sambil mengusap peluh.

Vihara yang terletak bersebelahan dengan Kali Jodoh dan apartemen Teluk Intan itu sebelumnya sempat dikepung banjir sejak Rabu 16 Januari 2012. Ketinggian banjir perlahan surut mulai Sabtu 19 Januari kemarin sore.

"Banjir juga di bawah dengkul, tapi tadi pagi surut. Makanya sekarang bantuan yang diterima dan salurin lebih lancar," kata Edi yang bertugas sebagai penjaga keamanan.

Hingga malam ini posko kesehatan dan bantuan makanan di viraha ini terus dibuka dan tak pernah sepi warga.
Powered by Blogger.