Rossi Kembali ke Yamaha, Lorenzo Tetap Santai

author photo
Valentino Rossi (kiri, dan Jorge Lorenzo)

Jorge Lorenzo merasa tidak terganggu dengan kabar tentang kemungkinan Valentino Rossi kembali ke Yamaha pada musim depan. Menurut bos tim, Wilco Zeelenberg, juara dunia 2010 tersebut adalah seorang pebalap yang profesional, sehingga takkan mempermasalahkan siapa pun pasangannya.

Rossi, yang keluar dari Yamaha pada akhir musim 2010, tengah menjadi sorotan setelah muncul rumor yang menyebutkan dirinya kemungkinan besar bergabung lagi dengan tim Jepang ini. "The Doctor" ditengarai sangat kecewa dengan Ducati, yang tak bisa mewujudkan ambisinya untuk menjadi pebalap kompetitif selama dua musim ini.

Sebenarnya, Rossi dan pemilik baru Ducati, Audi, sudah mengadakan pembicaraan tentang proyek mereka. Akan tetapi, belum ada kesepakatan baru tentang rencana masa depannya, sehingga Rossi berpeluang kembali bergabung dengan Yamaha, tim di mana dia pernah meraih empat gelar juara dunia dan 46 kemenangan dalam periode untuk merebut tujuh titel kelas premier. Kabar yang beredar menyebutkan, Rossi dan Yamaha melakukan pembicaraan intensif selama GP Italia di Mugello, akhir pekan lalu.

Nah, jika rumor ini benar-benar terjadi, di mana Rossi menggantikan posisi Ben Spies, maka rivalitas di dalam tim bakal muncul lagi seperti yang pernah terjadi antara 2008 dan 2010. Waktu itu, Rossi dan Lorenzo "bermusuhan" meskipun mereka berada dalam satu tim.

Bagaimana tidak, Rossi tak ingin membagi data dengan Lorenzo. Bahkan, peraih sembilan gelar juara dunia grand prix ini meminta Yamaha membuat tembok pembatas di garasi. Penggunaan ban pun berbeda, di mana Rossi memakai Bridgestone dan Lorenzo menggunakan Michelin, sebelum MotoGP menerapkan penggunaan satu pemasok ban, yaitu Bridgestone, sehingga pada 2009 dan 2010, keduanya menggunakan ban tersebut.

Masa depan Lorenzo bersama Yamaha sudah jelas, karena pebalap Spanyol tersebut baru saja memperpanjang kontrak selama dua musim. Kini, manajemen Yamaha tinggal mencari satu pebalap lagi, untuk jadi pendamping Lorenzo, yang mendominasi awal musim 2012 ini, dengan torehan lima kemenangan dari sembilan seri yang sudah dilalui.

Ada sisi lain yang memungkinkan Yamaha mau menerima kembali kedatangan Rossi. Nilai komersil yang masih tinggi dari pebalap berusia 31 tahun tersebut ditengarai menjadi alasan kuat bagi Yamaha untuk membuka pintu baginya.

Sejak Rossi hengkang pada akhir musim 2010, Yamaha langsung kehilangan sponsor besar. Pasalnya, Fiat, yang selalu setia menempel di Yamaha, ikut mundur ketika Rossi memutuskan untuk pindah ke Ducati, yang hanya mampu mengantar mantan pebalap Honda ini dua kali naik podium sejak 2011.

Tentu saja, kembalinya Rossi akan menimbulkan perdebatan mengenai kondisi di dalam tim. Tetapi Lorenzo mengaku tak memikirkan tentang hal tersebut, karena dia siap menerima siapa saja yang datang.

"Saya tidak yakin hal tersebut akan membuat Jorge khawatir. Tentu saja mereka tidak berteman, tetapi juga Jorge tak berkuasa menentukan pebalap kedua," ujar Zeelenberg kepada MCN.

"Dia adalah pebalap yang profesional, dan yang ada dalam pikirannya hanya kemenangan. Jadi, tak masalah siapa pebalap lain. Dia telah membuktikan di masa lalu bahwa dirinya tak takut memiliki pebalap terbaik. Dia tangguh dan saya tak takut jika skenario ini terjadi.

"Pebalap kedua tak sepenuhnya mempengaruhi performa keseluruhan yang Jorge bisa raih, dan itulah mengapa kami menunggu siapa pebalap kedua, karena pebalap utama Yamaha sudah ada. Jorge adalah pebalap juara yang kami miliki untuk dua tahun ke depan."

Zeelenberg menambahkan, kembalinya Rossi ke Yamaha bisa terjadi hanya jika sudah ada konsultasi antara manajemen senior seperti Masahiko Nakajima dan Lin Jarvis, serta Lorenzo. Jadi, tak semudah apa yang diperkirakan.

"Tentu saja anda perlu mendiskusikan semuanya jika Valentino kembali, dan jika strateginya berubah. Dulu Valentino adalah pahlawan dan situasinya benar-benar berbeda. Jika dia kembali sekarang, maka sudah tak sama lagi. Itu jelas.

"Jorge bukan pembuat keputusan akhir, tetapi dia adalah pebalap nomor satu kami, dan itu yang sudah diputuskan Yamaha. Yamaha akan memutuskan siapa pebalap kedua, dan kemudian kami akan mengatur situasinya."

Sumber : MCN
Next article Next Post
Previous article Previous Post